Menyusun Teks Biografi Dengan Kata-Kata Sendiri
Monday, August 24, 2020
Edit
Menyusun biografi merupakan sarana yang cukup efektif dalam penyebaran pengetahuan perihal seseorang. Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh semenjak kecil hingga tua, bahkan hingga meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga. Untuk melaksanakan kiprah menyusun teks biografi dengan kata-kata sendiri, terlebih harus membaca dan memahami teks biografi tersebut.
Ada beberapa langkah yang sanggup dilakukan untuk menulis biografi. Pertama kumpulkan isu sebanyak-banyaknya perihal tokoh yang akan di tulis biografinya. Cara mengumpulkan isu tokoh ini sanggup dilakukan dengan cara membaca dongeng perihal tokoh tersebut. Kedua mulai menulis dengan baha-bahan yang tersedia sesuai dengan struktur teks biografi. Untuk memudahkan menyusun teks biografi sanggup dilakukan dengan cara menyusun inspirasi pokok teks. Ide pokok tersebut dikelompokkan sesuai struktur teks biografi menyerupai pada tabel di bawah ini.
Struktur Teks | Ide Pokok |
Orientasi | Tineke telah berusia lanjut dan berambut putih |
Peristiwa | Tinneke mewakili DKI Jakarta pada PON ke-2 di Jakarta |
Tineke mengikuti lomba atletik di Singapura | |
Tineke kembali aktif mengikuti lomba untuk kelompok umur senior | |
Menyabet medali emas lari estafet 4 x 100 meter | |
Masalah | PON ke-4 dan ke-5 beliau tidak bisa ikut sebab sudah menikah dan pindah ke Belanda. |
Ia harus membagi waktu untuk keluarga dan berlatih | |
Reorientasi | Tineke Matulessy tidak akan berhenti berlari meskipun sudah tua |
Tabel di atas sanggup dipakai sebagai anutan untuk menyusun teks gres dengan isi yang sama. Prestasi yang diperoleh Tineke harus berurutan sesuai dengan waktu menyerupai ditunjukkan berikut ini.
Struktur Teks | Kalimat |
Orientasi | Tineke Matulessy merupakan atlet perempuan yang masih sanggup mengharumkan nama bangsa pada usia 83 tahun. Banyak prestasi yang sudah diperoleh perempuan berambut putih tersebut. Prestasi tersebut secara ringkas yakni sebagai berikut. |
Peristiwa dan Masalah | Pertama: Pada tahun 1951 Tinneke mewakili DKI Jakarta pada PON ke-2 di Jakarta. Pada dikala itu, beliau berhasil menyabet medali emas untuk lari estafet 4 x 100 meter. Namun pada PON ke-4 dan ke-5 beliau tidak bisa ikut sebab sudah menikah dan pindah ke Belanda Kedua: Kemudian, ketika berusia 52 tahun Tineke mengikuti lomba atletik di Singapura. Dia menerima medali emas pada cabang lompat jauh dan lari 100 meter. Ketiga: Setelah itu, Tineke kembali aktif mengikuti lomba untuk kelompok umur senior. Keempat: Pada tahun 2013 Tineka berhasil menyabet tiga medali untuk kelompok umur 80—84 pada pertandingan internasional di Taiwan. Untuk mencapai prestasi tersebut, Tineke banyak berkorban. Ia harus membagi waktu untuk keluarga dan berlatih. Meskipun demikian, semangat dan motivasinya untuk mengharumkan nama bangsa selalu tetap bergelora. |
Reorientasi | Meskipun sudah tua, Tineke Matulessy tidak akan berhenti berlari sebab lari menciptakan ia sehat. |
Related:
Tineke dikala ini tercatat sebagai atlet atletik master berprestasi tertua dalam sejarah Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI). Dia menjadi satu di antara delapan atlet Indonesia yang dikirim untuk mengikuti event World Master Athletic Championship (WMAC) XX di Porto Alegre, Brasil, Oktober tahun lalu. Dalam kejuaraan di Brasil itu, Tineke bisa meraih medali emas untuk nomor lompat jauh putri kelompok usia 80 tahun dengan lompatan sejauh 1,66 meter. Di usia 83 kala itu, Tineke juga mencatatkan diri sebagai satu-satunya atlet master atau atlet lansia dari Indonesia yang meraih medali emas di kejuaraan dunia.