Teknologi Pengolahan Pensil
Saturday, November 9, 2019
Edit
Pensil merupakan alat tulis yang dipakai untuk menulis dan menggambar. Pada ketika di sekolah dasar terutama kelas rendah pensil merupakan alat tulis yang sering digunakan. Pensil digunkan untuk latihan menulis lantaran goresan pena pensil sanggup dihapus kembali. Berbeda dengan bolpoin ataupun spidol. Ketika kita berguru menulis tentunya sering terjadi kesalahan, kesalahan tersebut harus diperbaiki. Itulah salah satu keunggulan pensil dibandingkan dengan alat tulis lainnya yaitu sanggup dihapus kembali.
Pada sebuah pensil biasanya terdapat arahan H atau B. Kode tersebut membuktikan kekerasan isi pensil dan ketebalan hasil tabrakan pensil. Kode H membuktikan kekerasan dari isi pensil tersebut. Semakin besar angka di depan arahan H, semakin keras isi pensil itu. Sementara itu, arahan B membuktikan ketebalan hasil tabrakan pensil. Semakin besar angka di depan arahan B, semakin tebal hasil goresannya. Ketebalan hasil tabrakan pensil ini ternyata berkebalikan dengan kekerasan isi pensil. Hal ini disebabkan semakin keras isi pensil, semakin sedikit belahan grafit yang dihasilkan dalam sekali goresan, sehingga hasil goresannya menjadi semakin tipis.
Bahan utama isi pensil yakni percampuran grafit dan tanah liat dimana dengan banyak sekali ragam adonan antara keduanya. Apabila tanah liat dikurangi maka grafit lebih banyak sehingga balasannya akan semakin hitam, begitupun apabila tanah liatnya lebih banyak maka kehitamannya akan berkurang tetapi batangnya lebih keras. Kode H berarti Hardness atau yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H hingga 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras. Kode F berarti Fine yang diperuntukan untuk menulis dan tanpa skala. Kode B berarti Blackness atau tingkat kehitaman dari mulai B, 1B, 9B, dan seterusnya.
Pernahkah kau berpikir bagaimana para pekerja pembuat pensil menciptakan pensil yang kau gunakan sehari-hari? Pensil awalnya yakni sebuah alat tulis dan lukis yang terbuat dari grafit murni atau karbon yang berasal dari alam. Sayangnya, grafit murni cenderung ringkih dan gampang patah.
Seiring perkembang zaman, ketika ini dibuat pensil yang merupakan adonan dari grafit dan tanah liat sehingga lebih keras. Proses pencampuran ini dibalut oleh media kertas atau kayu. Cara menciptakan pensil ketika ini yakni dengan menghancurkan grafit dan tanah liat menjadi bentuk bubuk, kemudian dibakar selama kurang lebih 3 hari. Setelah itu, pensil ini dibuat panjang dan tipis serta dilapisi kayu.
1. Berdasarkan teks bacaan tadi, ceritakan proses pembuatan pensil di dalam kolom berikut!
Grafit murni dan tanah liat dihancurkan, Bubuk grafit murni dan tanah liat dibakar selama 3 hari , Pensil dibuat panjang dan tipis, Pensil ditutup dengan kertas dan kayu.
2. Termasuk jenis teknologi apakah yang dipakai untuk menciptakan pensil?Teknologi yang dipakai dalam proses pembuatan pensil termasuk teknologi sederhana. Pada proses pembuatan pensil masih memakai tenaga manusia.
3. Sumber daya alam apa yang dipakai untuk pembuatan pensil?
Sumber daya alam yang dipakai dalam pembuatan pensil yakni kayu sebagai pelapis pensil, grafit dan tanah liat sebagai isi pensil.
4. Apa yang terjadi kalau penggunaan pensil dan barang-barang lain yang terbuat dari kayu tidak dibatasi?
Apabila penggunaan pensil dan barang-barang lain yang memakai materi kayu tidak dibatasi maka ketersediaan kayu akan berkurang. Selain itu penebangan kayu tanpa perjuangan penanaman kembali akan menjadikan berkurangnya persediaan kayu.
5. Berikan idemu biar sanggup memakai pensil secara hemat!
Untuk menghemat penggunaan pensil sanggup dilakukan dengan cara meraut memakai rautan pensil, selain rajin memakai rautan juga mengurangi resiko patah pada ketika meraut pensil. Ujung pensil jangan terlalu runcing lantaran ujung pensil yang terlalu runcing akan gampang patah pada ketika digunakan.
Pada sebuah pensil biasanya terdapat arahan H atau B. Kode tersebut membuktikan kekerasan isi pensil dan ketebalan hasil tabrakan pensil. Kode H membuktikan kekerasan dari isi pensil tersebut. Semakin besar angka di depan arahan H, semakin keras isi pensil itu. Sementara itu, arahan B membuktikan ketebalan hasil tabrakan pensil. Semakin besar angka di depan arahan B, semakin tebal hasil goresannya. Ketebalan hasil tabrakan pensil ini ternyata berkebalikan dengan kekerasan isi pensil. Hal ini disebabkan semakin keras isi pensil, semakin sedikit belahan grafit yang dihasilkan dalam sekali goresan, sehingga hasil goresannya menjadi semakin tipis.
Bahan utama isi pensil yakni percampuran grafit dan tanah liat dimana dengan banyak sekali ragam adonan antara keduanya. Apabila tanah liat dikurangi maka grafit lebih banyak sehingga balasannya akan semakin hitam, begitupun apabila tanah liatnya lebih banyak maka kehitamannya akan berkurang tetapi batangnya lebih keras. Kode H berarti Hardness atau yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H hingga 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras. Kode F berarti Fine yang diperuntukan untuk menulis dan tanpa skala. Kode B berarti Blackness atau tingkat kehitaman dari mulai B, 1B, 9B, dan seterusnya.
Pernahkah kau berpikir bagaimana para pekerja pembuat pensil menciptakan pensil yang kau gunakan sehari-hari? Pensil awalnya yakni sebuah alat tulis dan lukis yang terbuat dari grafit murni atau karbon yang berasal dari alam. Sayangnya, grafit murni cenderung ringkih dan gampang patah.
Seiring perkembang zaman, ketika ini dibuat pensil yang merupakan adonan dari grafit dan tanah liat sehingga lebih keras. Proses pencampuran ini dibalut oleh media kertas atau kayu. Cara menciptakan pensil ketika ini yakni dengan menghancurkan grafit dan tanah liat menjadi bentuk bubuk, kemudian dibakar selama kurang lebih 3 hari. Setelah itu, pensil ini dibuat panjang dan tipis serta dilapisi kayu.
1. Berdasarkan teks bacaan tadi, ceritakan proses pembuatan pensil di dalam kolom berikut!
Grafit murni dan tanah liat dihancurkan, Bubuk grafit murni dan tanah liat dibakar selama 3 hari , Pensil dibuat panjang dan tipis, Pensil ditutup dengan kertas dan kayu.
2. Termasuk jenis teknologi apakah yang dipakai untuk menciptakan pensil?Teknologi yang dipakai dalam proses pembuatan pensil termasuk teknologi sederhana. Pada proses pembuatan pensil masih memakai tenaga manusia.
3. Sumber daya alam apa yang dipakai untuk pembuatan pensil?
Sumber daya alam yang dipakai dalam pembuatan pensil yakni kayu sebagai pelapis pensil, grafit dan tanah liat sebagai isi pensil.
4. Apa yang terjadi kalau penggunaan pensil dan barang-barang lain yang terbuat dari kayu tidak dibatasi?
Apabila penggunaan pensil dan barang-barang lain yang memakai materi kayu tidak dibatasi maka ketersediaan kayu akan berkurang. Selain itu penebangan kayu tanpa perjuangan penanaman kembali akan menjadikan berkurangnya persediaan kayu.
5. Berikan idemu biar sanggup memakai pensil secara hemat!
Untuk menghemat penggunaan pensil sanggup dilakukan dengan cara meraut memakai rautan pensil, selain rajin memakai rautan juga mengurangi resiko patah pada ketika meraut pensil. Ujung pensil jangan terlalu runcing lantaran ujung pensil yang terlalu runcing akan gampang patah pada ketika digunakan.