Mengonversi Teks Kisah Sejarah Abjad Braille
Tuesday, August 4, 2020
Edit
Tidak semua orang mempunyai kesempurnaan panca indera khususnya bagi anak sebagai penyandang tunanetra. Anak tunanetra mungkin mengalami kendala dalam mendapatkan informasi, namun disisi lain mereka juga mempunyai kelebihan berupa intuisi, kepekaan, dan indera pendengaran yang tajam dibandingkan orang yang mempunyai kesempurnaan panca indera. Seperti Louis Braille, keterbatasan penglihatan justru tidak membuatnya berpikir terbatas, sebaliknya bisa berkarya dan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi para tunanetra dengan penemuan pentingnya yaitu karakter Braille.
Sistem Braille yakni salah satu metode yang diperkenalkan secara luas bagi tunanetra yang dipakai untuk membaca dan menulis. Sistem ini diperkenalkan pada tahun 1821 oleh Louis Braille, seorang tunanetra yang berasal dari Perancis. Dengan adanya penemuan penting ini, menyadari bahwa betapa besarnya tugas karakter Braille sebagai media bantu khususnya bagi belum dewasa tunanetra untuk berguru membaca dan menulis..
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan di kurun globalisasi, karakter Braille telah dimodifikasi dalam banyak sekali bentuk teknologi modern yang bisa menunjukkan imbas yang besar bagi penggunanya khususnya para penyandang tunanetra. Dengan ditemukannya karakter Barille setidaknya sanggup memacu/memotivasi belum dewasa tunanetra untuk tetap belajar, mengembangkan tingkat kreativitas, pola pikir, serta penemuan ibarat belum dewasa normal lainnya. Sehingga keterbatasan penglihatan bukan menjadi suatu penghalang lagi bagi belum dewasa tunanetra untuk tetap maju. Berikut ini sejarah ditemukannya karakter Braille.
Konversikanlah teks dongeng sejarah “Huruf Braille” di atas menjadi bentuk teks lain dengan struktur yang berbeda. Salah satu bentuk konversi teks tersebut yakni ke dalam bentuk puisi ibarat pola di bawah ini.
Bermula dari Coupray Perancis
Indahnya dunia menghilang begitu saja
Sebuah benda penyebabnya
Muda, buta kedua matanya
Charles Barbier Kapten Perancis
Datang membawa impian baru
Titik dan garis pembuka cakrawala
Dalam peperangan malam gulita
Memang bagus, tapi sangat sulit
Kauteliti karya Barbier
Tanpa tanda baca, notasi musik
Ratusan titik untuk seuntai kalimat
Sang tentara membawa bukti
Titik dan sengkang di atas kertas
Hubungkan pertahanan ketika malam
Kau perbaiki karya agungmu
Halangan tiba dari yang tak paham
Gigih berjuang demi kaum senasib
Ribuan tunanetra sanggup membaca
Penyakit gerogoti tubuhmu
Hanya 41 tahun usiamu
Tubercolusis merenggutmu
Selamat jalan sang penemu
Laporan Hasil Observasi
Sistem Braille yakni salah satu metode yang diperkenalkan secara luas bagi tunanetra yang dipakai untuk membaca dan menulis. Sistem ini diperkenalkan pada tahun 1821 oleh Louis Braille, seorang tunanetra yang berasal dari Perancis. Dengan adanya penemuan penting ini, menyadari bahwa betapa besarnya tugas karakter Braille sebagai media bantu khususnya bagi belum dewasa tunanetra untuk berguru membaca dan menulis..
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan di kurun globalisasi, karakter Braille telah dimodifikasi dalam banyak sekali bentuk teknologi modern yang bisa menunjukkan imbas yang besar bagi penggunanya khususnya para penyandang tunanetra. Dengan ditemukannya karakter Barille setidaknya sanggup memacu/memotivasi belum dewasa tunanetra untuk tetap belajar, mengembangkan tingkat kreativitas, pola pikir, serta penemuan ibarat belum dewasa normal lainnya. Sehingga keterbatasan penglihatan bukan menjadi suatu penghalang lagi bagi belum dewasa tunanetra untuk tetap maju. Berikut ini sejarah ditemukannya karakter Braille.
Struktur Teks | Kalimat |
---|---|
Orientasi | Huruf Braille yakni karakter yang dibentuk khusus untuk para tunanetra. Huruf ini dibentuk ibarat titik yang timbul, diciptakan oleh Louis Braille. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 1 | Louis Braille dilahirkan di Coupvray, Perancis, pada tahun 1809. Semula penglihatan Braille normal, tetapi akhir terkena peralatan kuda milik ayahnya membuat sebelah matanya buta di usianya yang masih terbilang dini, 3 tahun. Akibat abses pada matanya, Braille hasilnya kehilangan penglihatan di kedua belah matanya. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 2 | Pada 1816, Charles Barbier, seorang anggota militer Prancis berpangkat kapten, menemukan suatu metode menulis dengan memakai titik dan tanda garis. Metode tersebut biasa dipakai pada peperangan di malam hari. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 3 | Meskipun bahwasanya metode penulisan temuan Charles Barbier tersebut terbilang bagus, tetapi sulit untuk dipelajari. Braille menganalisis kekurangan dari metode ciptaan Charles Barbier tersebut. Braille menemukan bahwa pada metode tersebut belum ada tanda baca dan notasi musik, serta memerlukan beratus titik dan garis untuk membuat satu kalimat. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 4 | Pada 1821, seorang tentara telah menandakan bahwa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang sanggup ditekan di atas kertas untuk kegunaan perhubungan ketentaraan pada waktu malam dalam parit pertahanan. Louis Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkenaan dengan sistem braille pada 1829 dan 1837. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 5 | Meskipun pada permulaannya terdapat halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, Louis Braille senantiasa gigih mengembangkan goresan pena ciptaannya tersebut. Kegigihan Braille kian bertambah ketika ia menjadi guru sampai hasilnya huruf-huruf ciptaan Braille tersebut diterima khalayak ramai yang mengalami nasib sama dengannya. Melalui perjuangan keras Braille, beribu-ribu orang buta hasilnya sanggup membaca. |
Urutan Peristiwa Sejarah Tahap 6 | Louis Braille kemudian meninggal dunia tahun 1852 dalam usia 41 tahun sebab penyakit tuberculosis. (Sumber: Gamal Komandoko, Buku Serba Tahu: Ensiklopedia Pengetahuan Umum Indonesia dan Dunia, Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama, 2008, halaman 896) |
Konversikanlah teks dongeng sejarah “Huruf Braille” di atas menjadi bentuk teks lain dengan struktur yang berbeda. Salah satu bentuk konversi teks tersebut yakni ke dalam bentuk puisi ibarat pola di bawah ini.
Bermula dari Coupray Perancis
Indahnya dunia menghilang begitu saja
Sebuah benda penyebabnya
Muda, buta kedua matanya
Charles Barbier Kapten Perancis
Datang membawa impian baru
Titik dan garis pembuka cakrawala
Dalam peperangan malam gulita
Memang bagus, tapi sangat sulit
Kauteliti karya Barbier
Tanpa tanda baca, notasi musik
Ratusan titik untuk seuntai kalimat
Sang tentara membawa bukti
Titik dan sengkang di atas kertas
Hubungkan pertahanan ketika malam
Kau perbaiki karya agungmu
Related:
Gigih berjuang demi kaum senasib
Ribuan tunanetra sanggup membaca
Penyakit gerogoti tubuhmu
Hanya 41 tahun usiamu
Tubercolusis merenggutmu
Selamat jalan sang penemu
Laporan Hasil Observasi
Struktur Teks | Kalimat |
---|---|
Definisi Umum | Huruf Braille yakni karakter yang dibentuk khusus untuk para tunanetra. Huruf ini dibentuk ibarat titik yang timbul, diciptakan oleh Louis Braille. |
Deskripsi Bagian | Louis Braille dilahirkan di Coupvray, Perancis, pada tahun 1809. Semula penglihatan Braille normal, tetapi akhir terkena peralatan kuda milik ayahnya membuat sebelah matanya buta di usianya yang masih terbilang dini, 3 tahun. Akibat abses pada matanya, Braille hasilnya kehilangan penglihatan di kedua belah matanya. Pada 1816, Charles Barbier, seorang anggota militer Prancis berpangkat kapten, menemukan suatu metode menulis dengan memakai titik dan tanda garis. Metode tersebut biasa dipakai pada peperangan di malam hari. Meskipun bahwasanya metode penulisan temuan Charles Barbier tersebut terbilang bagus, tetapi sulit untuk dipelajari. Braille menganalisis kekurangan dari metode ciptaan Charles Barbier tersebut. Braille menemukan bahwa pada metode tersebut belum ada tanda baca dan notasi musik, serta memerlukan beratus titik dan garis untuk membuat satu kalimat. Pada 1821, seorang tentara telah menandakan bahwa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang sanggup ditekan di atas kertas untuk kegunaan perhubungan ketentaraan pada waktu malam dalam parit pertahanan. Louis Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkenaan dengan sistem braille pada 1829 dan 1837. Meskipun pada permulaannya terdapat halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, Louis Braille senantiasa gigih mengembangkan goresan pena ciptaannya tersebut. Kegigihan Braille kian bertambah ketika ia menjadi guru sampai hasilnya huruf-huruf ciptaan Braille tersebut diterima khalayak ramai yang mengalami nasib sama dengannya. Melalui perjuangan keras Braille, beribu-ribu orang buta hasilnya sanggup membaca. Louis Braille kemudian meninggal dunia tahun 1852 dalam usia 41 tahun sebab penyakit tuberculosis. |
Deskripsi Manfaat | Kekurangan bukanlah halangan untuk orang yang ingin berinovasi. Dengan penderitaannya Braille berusaha untuk sanggup ibarat insan pada umumnya. Demi menyesuaikan kebutuhan para tunanetra, Louis Braille mengadakan uji coba garis dan titik timbul Barbier kepada beberapa mitra tunanetra. Berkat penemuan Louis Braile beribu-ribu orang buta akhirya sanggup membaca. Sistem goresan pena Braille diakui secara universal dan diberi nama ‘tulisan Braille’. Pada tahun 1956, |