Menceritakan Isi Teks Wawancara

Wawancara merupakan percakapan dalam bentuk tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Biasanya narasumber ialah orang yang berprestasi atau orang mempunyai keistimewaan tertentu. Hasil wawancara biasanya disajikan dalam bentuk teks wawancara. Teks wawancara ialah bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Penyajian teks wawancara biasanya menggunakan kalimat langsung. Untuk memberikan hasil wawancara sanggup disampaikan kepada pihak lain dalam bentuk kisah atau narasi.

Kegiatan wawancara sanggup berjalan dengan baik apabila mengetahui teknik dan rencana wawancara dengan benar. Jika melaksanakan wawancara terhadap seseorang, sanggup menggunakan teknik perorangan. Kegiatan wawancara ini bisa sedikit berbeda tergantung pada orang, tempat, waktu, dan hal yang dibicarakan. Sebelum melaksanakan wawancara perhatikan hal berikut. Pastikan kesediaan narasumber untuk diwawancarai. Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok duduk perkara yang akan ditanyakan dalam wawancara. Pada ketika acara wawancara berlangsung usahakan tidak terlalu bergantung pada pertanyaan yang telah disusun artinya pertanyaan sanggup ditmbahkan sesuai dengan situasi wawancara. Perhatikan teladan wawancara berikut ini.

Bacalah teks dengan membaca lancar!
Wartawan:Sebagai pengusaha kayu, Bapak terlihat sangat sukses. Apa cara Bapak semoga penjualan kayu Bapak terus meningkat?
Pengusaha:Untuk meningkatkan penjualan, saya meminta para tukang kayu untuk memotong kayu sebanyak mungkin semoga sanggup dijual. Bila kayu itu sanggup dibentuk dengan jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat, tentunya saya akan mendapat laba yang berlipat.
Wartawan:Lalu, apa yang dilakukan semoga sanggup menciptakan kayu dengan jumlah banyak dengan waktu singkat?
Pengusaha:Saya meminta kepada para tukang kayu untuk menggunakan teknologi modern, semoga mereka sanggup memotong kayu yang banyak dalam waktu singkat.
Wartawan:Oh, begitu…. Baiklah, terima kasih atas waktunya Pak.

Untuk menceritakan atau memberikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu kisah atau kejadian. Dalam bentuk narasi, informasi wawancara lebih gampang diserap oleh pembaca atau pendengar. Dengan demikian, kemampuan mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi penting untuk dikuasai.
Wawancara merupakan percakapan dalam bentuk tanya jawab antara pewawancara dan narasumber Menceritakan Isi Teks Wawancara
Agar sanggup menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut.
  1. Bacalah teks wawancara dengan cermat.
  2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara.
  3. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara.
  4. Narasikan isi wawancara dengan berbagi pokok-pokok isi.
  5. Lengkapilah narasi dengan bab penutup.

Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanyaberupa kalimat langsung. Jika inarasikan maka kalimat harus mengubah menjadi tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat eksklusif dan tak langsung?

1. Cara apa yang dilakukan pengusaha kayu itu untuk menciptakan usahanya tetap berkembang?
Meminta tukang kayu memotong kayu sebanyak mungkin dalam waktu tang cepat.

2. Apa yang terjadi pada hutan kita apabila pengusaha itu terus-menerus melaksanakan cara itu?
Jika pengusaha tersebut melaksanakan cara ibarat itu terus menerus maka hutan akan menjadi gundul lantaran dilakukan penebangan terus menerus.

3 Apa yang terjadi pada insan dan lingkungan kita apabila pengusaha itu terus-menerus melakukannya?
Hutan yang gundul bisa menjadi alasannya ialah terjadinya banjir pada demam isu hujan, dan kejadian kekeringan dimusim kemarau. Hilangnya potensi laba negara dari pendapatan hasil hutan. Matinya banyak sekali jenis tumbuhan dan fauna yang habitatnya dihutan. Membuat kerusakan ekosistem bagi yang ada didarat maupun dilaut.

4. Ceritakan kembali percakapan antara wartawan dan pengusaha di atas dengan menggunakan kalimat tak langsung!
Untuk meningkatkan penjualan pengusaha kayu meminta tukang kayu untuk memotong kayu sebanyak mungkin untuk sanggup dijual. Bila kayu itu sanggup dibentuk dengan jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat, tentunya saya akan mendapat laba yang berlipat. Pengusaha tersebut meminta para tukang kayu untuk menggunakan teknologi modern, semoga mereka sanggup memotong kayu yang banyak dalam waktu singkat.

Ternyata penggunan teknologi berkaitan bersahabat antara peralatan dan hasil yang diperoleh dari sebuah pekerjaan. Pemotong kayu yang menggunakan teknologi sederhana menggunakan peralatan yang sederhana berupa gergaji tangan dan mengandalkan tenaga insan hasilnyapun sesuai dengan kemampuan pekerjaannya. Pemotong kayu yang menggunakan teknologi modern lebih memanfaatkan tenaga mesin sehingga hasil yang diperoleh juga lebih banyak. Namun imbas penggunaan teknologi modern sanggup merusak lingkungan apabila tidak diimbangi dengan perjuangan penanaman hutan kembali.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel