Menyunting Dan Mengabstraksi Teks Dongeng Sejarah
Tuesday, August 4, 2020
Edit
Sebelum teks dongeng sejarah dipublikasikan, hal yang harus dilakukan yakni menyunting teks tersebut, semoga sanggup menghasilkan sebuah teks yang baik dan benar. Penyuntingan sangat penting alasannya yakni akan menentukan kualitas teks tersebut. Menyunting yakni proses mengedit sebuah goresan pena semoga goresan pena tersebut sesuai dengan kaidah kaidah penulisan teks dongeng sejarah. Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam penyuntingan, yaitu redaksional (menyoal kebahasaan; ejaan, diksi, dan kalimat) dan substansial (menyoal isi dan data).
Seorang penyunting dilarang mengubah substansi teks tanpa persetujuan penulis atau pengarangnya. Penyunting harus paham benar ejaan, penggunaan abjad kecil dan abjad kapital, pemenggalan kata, dan penggunaan gejala baca (titik, koma, dan lain-lain). Bagaimana bisa memperbaiki naskah orang lain bila tidak memahami seluk beluk ejaan bahasa Indonesia. Dalam menyunting, lakukan perbaikan kesalahan yang terjadi pada teks serta menciptakan teks tersebut lezat dibaca dan tidak membingungkan.
Untuk lebih memahami proses penyuntingan, bacalah dengan teliti teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” berikut ini. Untuk mengerjakan kiprah pada bab ini, kalian harus mengacu pada EYD (Ejaan yang Disempurnakan).
Bumi Berguncang di Dataran Konflik
(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014, halaman 296—297)
Perhatikan dengan saksama penggunaan abjad kapital pada teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” di atas. Berilah tanda centang (√) pada kolom (B) bila penggunaan abjad kapital pada kalimat yang ada sudah benar atau pada kolom (S) bila terdapat kesalahan. Kerjakan dengan teliti
Dalam menciptakan sebuah teks, hal yang harus diperhatikan yakni diksi atau pilihan kata. Memilih kata dimaksudkan untuk menimbang-nimbang kata apa yang sebaiknya dipakai dalam mengajukan suatu gagasan secara tepat dan cermat. Terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam menentukan kata antara lain sebagai berikut.
Berikut ini merupakan kata baku dan tidak baku, yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tulislah (B) untuk kata baku dan (TB) untuk kata yang tidak baku pada kolom yang disediakan. Kemudian, carilah arti kata tersebut, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa
Bacalah sekali lagi teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik”. Perbaikan yang sanggup dilakukan pada beberapa pilihan kata menyerupai di bawah ini (cetak tebal).
Bumi Berguncang di Dataran Konflik
Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang tempat barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa ini terjadi pada 24 September 2013. Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer tenggara Dalbandin, Baluchistan. Bencana menyebabkan sedikitnya 515 orang tewas, 765 orang terluka, dan lebih dari 100.000 orang terlantar, serta menghancurkan sejumlah akomodasi umum dan infrastruktur.
Gempa juga dirasakan masyarakat di Gwadar, Khuzdar, Chagai, Hyderabad, dan Karachi yang berada ratusan kilometer dari sentra gempa. Guncangan bahkan terasa sampai New Delhi, India. Beberapa jam sesudah gempa, muncul sebuah pulau gres di kota pelabuhan Gwadar di Pesisir Pakistan. Pulau itu diduga terbentuk dari lapisan tanah di kawah lumpur. gundukan lumpur dan watu itu tingginya 18 meter dengan panjang 30 meter dan lebar 76 meter.
Lima hari sesudah terjadi gempa pertama, Propinsi Baluchistan kembali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter, yaitu pada 28 September 2013. Pusat gempa berada ("di" dihilangkan) 96 kilometer timur maritim Distrik Awaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di Kota Nokjo, bab barat Provinsi Baluchistan.
Evakuasi korban dan pendistribusian sumbangan ke sejumlah daerah ("ter" hilang) imbas gempa terkendala kerusakan infrastruktur jalan dan lokasi yang berjauhan. Tim penyelamat juga harus berhadapan dengan serangan kelompok separatis Baluchistan. Lima orang tentara perbatasan tewas ketika mengawal konvoi bantuan yang berhadapan dengan militan di Kota Panjgore di Kota Panjgore, 800 km utara Quetta, (28/9/2013). Sebelumnya, helikopter tim pemantau dan penyelamat korban gempa juga diserang kelompok separatis.
Pemerintah Pakistan mencatat kelompok separatis Baluchistan tersebar di sejumlah distrik ("di' dihilangkan) Provinsi Baluchistan tersebut. Salah satunya tempat persebaran kelompok itu berada di pedalaman Distrik Awaran ('yang" dihilangkan) dekat sentra gempa (dan diganti yang) yang tingkat kerusakannya paling parah.
Bacalah teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” berikut ini.
Gema “Indonesia Raya” di Tianhe
Indonesia berdiri dari keterpurukan sesudah merebut dua gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China. Lagu “Indonesia Raya” berkumandang dua kali di Stadion Tianhe. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13 dan 23-21. Sementara itu, pasangan ganda adonan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengalahkan andalan tuan rumah Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, dan 22-20, pada 11 Agustus 2013.
Gelar terakhir Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis diperoleh pada tahun 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu pada nomor ganda putra, Hendra juga meraih juara berpasangan dengan Markis Kido. Seperti Hendra, Liliyana Natsir pun kembali menjadi juara dunia dengan pasangan yang berbeda. Dalam Kejuaraan Dunia 2007 dan 2005, Liliyana Natsir yang dekat disapa Butet menjadi pemenang bersama Nova Widianto.
Tuan rumah China gagal mengulangi prestasi 2010 dan 2011, menyapu higienis semua gelar. China hanya bisa mempertahankan dua gelar, tunggal putra dan ganda putri. Wang Xiaoli/Yu, ganda putri China mempertahankan gelar mereka dengan mengalahkan ganda Korea Selatan, Eom Hye-won/Jang Ye-na dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-8. Pemain senior China, Lin Dan merebut gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Pada laga final, Lin Dan memaksa Lee Chong Wei dari Malaysia bertekuk lutut, dengan skor 16-21, 21-13, dan 20-17.
Dalam partai tunggal putri, Thailand mencatat sejarah menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sesudah Ratchanok Intanon meraih kemenangan melawan tunggal putri nomor satu dunia, Li Xuerui, 22- 20, 18-21, dan 21-14. Intanon menjadi juara dunia termuda pada usia 18 tahun. Gelar ini yakni gelar paling prestisius baginya sesudah tiga kali meraih gelar juara dunia yunior putri pada 2009, 2010, dan 2011.
(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014,halaman 252—253)
Buatlah abstraksi (ringkasan) teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” di atas.
Seorang penyunting dilarang mengubah substansi teks tanpa persetujuan penulis atau pengarangnya. Penyunting harus paham benar ejaan, penggunaan abjad kecil dan abjad kapital, pemenggalan kata, dan penggunaan gejala baca (titik, koma, dan lain-lain). Bagaimana bisa memperbaiki naskah orang lain bila tidak memahami seluk beluk ejaan bahasa Indonesia. Dalam menyunting, lakukan perbaikan kesalahan yang terjadi pada teks serta menciptakan teks tersebut lezat dibaca dan tidak membingungkan.
Untuk lebih memahami proses penyuntingan, bacalah dengan teliti teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” berikut ini. Untuk mengerjakan kiprah pada bab ini, kalian harus mengacu pada EYD (Ejaan yang Disempurnakan).
Bumi Berguncang di Dataran Konflik
- Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang tempat barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa ini terjadi pada 24 september 2013. Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer Tenggara Dalbandin, Baluchistan. Bencana menyebabkan sedikitnya 515 orang tewas, 765 orang terluka, dan lebih dari 100.000 orang terlantar, serta menghancurkan sejumlah akomodasi umum dan infrastruktur.
- Gempa juga dirasakan masyarakat di Gwadar, Khuzdar, Chagai, Hyderabad, dan Karachi yang berada ratusan kilometer dari sentra gempa. Bahkan, guncangan terasa sampai New Delhi, India. Beberapa jam sesudah gempa, sebuah Pulau gres muncul di kota pelabuhan Gwadar di pesisir Pakistan. Pulau itu diduga terbentuk dari lapisan tanah di kawah lumpur. Gundukan lumpur dan watu itu tingginya 18 meter dengan panjang 30 meter dan lebar 76 meter.
- Lima hari sesudah terjadi gempa pertama, Propinsi Baluchistan kembali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter, yaitu pada 28 September 2013. Pusat gempa berada di 96 kilometer timur maritim Distrik Awaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di kota Nokjo, bab Barat Provinsi Baluchistan.
- Evakuasi korban dan pendistribusian sumbangan ke sejumlah daerah terdampak gempa terkendala kerusakan infrastruktur jalan dan lokasi yang berjauhan. Tim penyelamat juga harus berhadapan dengan serangan kelompok separatis Baluchistan. Lima orang tentara perbatasan yang mengawal konfoi sumbangan tewas ketika berhadapan dengan militan di Kota Panjgore, 800 km utara Quetta, (28/9/2013). Sebelumnya, helikopter tim pemantau dan penyelamat korban gempa juga diserang kelompok saparatis.
- Pemerintah Pakistan mencatat kelompok separatis Baluchistan tersebar di sejumlah distrik di Provinsi Baluchistan tersebut. Salah satu tempat persebaran kelompok itu berada di pedalaman Distrik Awaran yang dekat dengan sentra gempa dan tingkat kerusakannya paling parah.
(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014, halaman 296—297)
Perhatikan dengan saksama penggunaan abjad kapital pada teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” di atas. Berilah tanda centang (√) pada kolom (B) bila penggunaan abjad kapital pada kalimat yang ada sudah benar atau pada kolom (S) bila terdapat kesalahan. Kerjakan dengan teliti
No. | Kalimat | B | S |
---|---|---|---|
1. | Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang tempat barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. | √ | - |
2. | Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter mengguncang tempat barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. | - | √ |
3. | Lampu di ruangan itu mempunyai arus 5 ampere. | √ | - |
4. | Lampu di ruangan itu mempunyai arus 5 Ampere. | - | √ |
5. | Gempa ini terjadi pada 24 September 2013. | √ | - |
6. | Gempa ini terjadi pada 24 september 2013. | - | √ |
7. | Gedung Utama Sekretariat Negara terbakar pada 21 maret 2013. | - | √ |
8. | Gedung Utama Sekretariat Negara terbakar pada 21 Maret 2013. | √ | - |
9. | Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer Tenggara Dalbandin, Baluchistan. | - | √ |
10. | Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer tenggara Dalbandin, Baluchistan. | √ | - |
11. | Angklung, yang sesunguhnya berasal dari Indonesia, telah terkenal di seluruh Asia Tenggara. | √ | - |
12. | Angklung, yang sesunguhnya berasal dari Indonesia, telah terkenal di seluruh Asia tenggara. | - | √ |
13. | Beberapa jam sesudah gempa, sebuah Pulau gres muncul di kota pelabuhan Gwadar di pesisir Pakistan. | - | √ |
14. | Beberapa jam sesudah gempa, sebuah pulau gres muncul di kota pelabuhan Gwadar, di pesisiir Pakistan. | √ | - |
15. | Pulau Sumatra dikenal juga dengan sebutan Pulau Perca. | - | √ |
16. | Pulau Sumatra dikenal juga dengan sebutan pulau Perca. | √ | - |
17. | Sedikitnya 22 orang tewas dan hamper 15.000 rumah di Kota Nokjo, bab barat Provinsi Baluchistan. | - | √ |
18. | Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di kota Nokjo, bab barat Provinsi Baluchistan. | √ | - |
19. | Aminah yakni seorang gadis desa yang anggun dan lugu. | √ | - |
20. | Aminah yakni seorang gadis Desa yang anggun dan lugu. | - | √ |
- Syarat pertama yakni tepat, kata yang dipilih sanggup mengungkapkan gagasan secara cermat.
- Syarat kedua yakni benar, pilihan kata harus sesuai dengan kaidah bahasa.
- Syarat ketiga atau terakhir, kata yang dipilih harus lazim, bentuknya sudah dibiasakan.
Berikut ini merupakan kata baku dan tidak baku, yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tulislah (B) untuk kata baku dan (TB) untuk kata yang tidak baku pada kolom yang disediakan. Kemudian, carilah arti kata tersebut, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa
No. | Kata | B/TB | Arti Kata |
---|---|---|---|
1. | provinsi | B | Wilayah atau daerah yg dikepalai oleh gubernur |
propinsi | TB | ||
2. | separatis | B | Orang (golongan) yg menghendaki pemisahan diri dr suatu persatuan; golongan (bangsa) untuk menerima dukungan |
saparatis | TB | ||
3. | konfoi | TB | Iring-iringan kendaraan beroda empat (kapal) dengan pengawalan bersenjata; 2 iring-iringan kendaraan (dalam suatu perjalanan bersama) |
konvoi | B | ||
4. | sekadar | B | Sesuai atau seimbang dengan; berdasarkan keadaan (kemungkinan, keperluan, dsb); sepadan (dengan) |
sekedar | TB | ||
5. | zaman | B | Jwaktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa |
jaman | TB | ||
6. | azas | TB | Dasar (sesuatu yang menjadi referensi berpikir atau berpendapat); |
asas | B | ||
7. | jadwal | B | Pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja; daftar atau tabel acara atau rencana acara dengan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci |
jadual | TB | ||
8. | bis | B | Kendaraan bermotor angkutan umum yang besar, beroda empat atau lebih, yang sanggup memuat penumpang banyak |
bis | TB | ||
9. | kualitas | B | tTngkat baik buruknya sesuatu; kadar: |
kwalitas | TB | ||
10. | karisma | B | Keadaan atau talenta yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya; |
kharisma | TB | ||
11. | respon | TB | Tanggapan; reaksi; jawaban |
respons | B | ||
12. | sopir | B | Pengemudi kendaraan beroda empat (bemo dan sebagainya); |
supir | TB | ||
13. | napas | B | Udara yang diisap melalui hidung atau lisan dan dikeluarkan kembali dari paru-paru |
nafas | TB | ||
14. | hafal | B | Telah masuk dalam ingatan (tentang pelajaran): |
hapal | TB | ||
15. | ijazah | B | Surat tanda tamat belajar; sijil; |
ijasah | TB | ||
16. | ikhlas | B | Bersih hati; tulus hati |
iklas | TB | ||
17. | bhineka | TB | Beragam; beranekaragam; |
bineka | B | ||
18. | isap | B | Memasukkan (menarik ke dalam) dng kekuatan hawa; menarik masuk sampai meresap; menghirup; menyedot |
hisap | TB | ||
19. | istri | B | Wanita (perempuan) yang telah menikah atau yang bersuami |
isteri | TB | ||
20. | kaos | TB | Kasut; setiwel: |
kaus | B |
Bumi Berguncang di Dataran Konflik
Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang tempat barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa ini terjadi pada 24 September 2013. Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer tenggara Dalbandin, Baluchistan. Bencana menyebabkan sedikitnya 515 orang tewas, 765 orang terluka, dan lebih dari 100.000 orang terlantar, serta menghancurkan sejumlah akomodasi umum dan infrastruktur.
Gempa juga dirasakan masyarakat di Gwadar, Khuzdar, Chagai, Hyderabad, dan Karachi yang berada ratusan kilometer dari sentra gempa. Guncangan bahkan terasa sampai New Delhi, India. Beberapa jam sesudah gempa, muncul sebuah pulau gres di kota pelabuhan Gwadar di Pesisir Pakistan. Pulau itu diduga terbentuk dari lapisan tanah di kawah lumpur. gundukan lumpur dan watu itu tingginya 18 meter dengan panjang 30 meter dan lebar 76 meter.
Lima hari sesudah terjadi gempa pertama, Propinsi Baluchistan kembali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter, yaitu pada 28 September 2013. Pusat gempa berada ("di" dihilangkan) 96 kilometer timur maritim Distrik Awaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di Kota Nokjo, bab barat Provinsi Baluchistan.
Evakuasi korban dan pendistribusian sumbangan ke sejumlah daerah ("ter" hilang) imbas gempa terkendala kerusakan infrastruktur jalan dan lokasi yang berjauhan. Tim penyelamat juga harus berhadapan dengan serangan kelompok separatis Baluchistan. Lima orang tentara perbatasan tewas ketika mengawal konvoi bantuan yang berhadapan dengan militan di Kota Panjgore di Kota Panjgore, 800 km utara Quetta, (28/9/2013). Sebelumnya, helikopter tim pemantau dan penyelamat korban gempa juga diserang kelompok separatis.
Pemerintah Pakistan mencatat kelompok separatis Baluchistan tersebar di sejumlah distrik ("di' dihilangkan) Provinsi Baluchistan tersebut. Salah satunya tempat persebaran kelompok itu berada di pedalaman Distrik Awaran ('yang" dihilangkan) dekat sentra gempa (dan diganti yang) yang tingkat kerusakannya paling parah.
Bacalah teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” berikut ini.
Related:
Indonesia berdiri dari keterpurukan sesudah merebut dua gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China. Lagu “Indonesia Raya” berkumandang dua kali di Stadion Tianhe. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13 dan 23-21. Sementara itu, pasangan ganda adonan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengalahkan andalan tuan rumah Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, dan 22-20, pada 11 Agustus 2013.
Gelar terakhir Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis diperoleh pada tahun 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu pada nomor ganda putra, Hendra juga meraih juara berpasangan dengan Markis Kido. Seperti Hendra, Liliyana Natsir pun kembali menjadi juara dunia dengan pasangan yang berbeda. Dalam Kejuaraan Dunia 2007 dan 2005, Liliyana Natsir yang dekat disapa Butet menjadi pemenang bersama Nova Widianto.
Tuan rumah China gagal mengulangi prestasi 2010 dan 2011, menyapu higienis semua gelar. China hanya bisa mempertahankan dua gelar, tunggal putra dan ganda putri. Wang Xiaoli/Yu, ganda putri China mempertahankan gelar mereka dengan mengalahkan ganda Korea Selatan, Eom Hye-won/Jang Ye-na dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-8. Pemain senior China, Lin Dan merebut gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Pada laga final, Lin Dan memaksa Lee Chong Wei dari Malaysia bertekuk lutut, dengan skor 16-21, 21-13, dan 20-17.
Dalam partai tunggal putri, Thailand mencatat sejarah menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sesudah Ratchanok Intanon meraih kemenangan melawan tunggal putri nomor satu dunia, Li Xuerui, 22- 20, 18-21, dan 21-14. Intanon menjadi juara dunia termuda pada usia 18 tahun. Gelar ini yakni gelar paling prestisius baginya sesudah tiga kali meraih gelar juara dunia yunior putri pada 2009, 2010, dan 2011.
(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014,halaman 252—253)
Buatlah abstraksi (ringkasan) teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” di atas.
Indonesia berdiri dari keterpurukan dan lagu Indonesia Raya berkumandang 2 kali di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China. Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dan pasangan ganda adonan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengalahkan Xu Chen/Ma Jin. Gelar terakhir Indonesia diperoleh pada tahun 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia ketika ganda putra Hendra/Markis Kidodan ganda adonan Liliyana Natsir/Nova Widianto menjadi pemenang. Sementara China hanya bisa mempertahankan dua gelar, tunggal putra dan ganda putri. Dalam partai tunggal putri, Thailand mencatat sejarah menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sesudah Ratchanok Intanon meraih kemenangan. Ia menjadi juara dunia termuda pada usia 18 tahun. Gelar ini yakni gelar paling prestisius baginya sesudah tiga kali meraih gelar juara dunia yunior putri pada 2009, 2010, dan 2011.