Tuturan Berpasangan Dalam Teks Dialog
Tuesday, August 4, 2020
Edit
Tuturan ialah kalimat yang diujarkan oleh seseorang untuk memberikan maksud tertentu. Tuturan merupakan bentuk komunikasi ekspresi seseorang kepada kawan tutur dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang sering menuturkan sesuatu kepada kawan tutur. Tuturan ialah pemakaian satuan bahasa menyerupai kalimat atau sebuah kata oleh seorang penutur tertentu pada situasi tertentu. Dalam teks perundingan tuturan berupa obrolan yang berarti dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Dalam teks perundingan antara karyawan dan pengusaha penutur ialah karyawan sedangkan kawan tutur ialah wakit perusahaan. Dialog tersebut terdiri atas 22 tuturan. Tuturan dari karyawan tersebut yang diwakili oleh Suparmin, sedangkan dari pihak perusahaan diwakili oleh Hadi Winoto. Jika obrolan tersebut disusun berdasarkan struktur teksnya, maka obrolan teks perundingan memiliki struktur teks yang sederhana, yaitu pembukaan^isi^penutup, menyerupai terlihat pada tabel berikut ini.
Negosiasi antara Karyawan dan PengusahaPembukaan | Wakil karyawan | : | Selamat sore, Pak. |
Wakil Perusahaan | : | Selamat sore. Mari, silakan duduk. | |
Wakil karyawan | : | Ya, terima kasih. | |
Wakil Perusahaan | : | Saya, Hadi Winoto, wakil dari perusahaan. Anda siapa? | |
Wakil karyawan | : | Saya Suparmin, yang dipercaya teman-teman untuk menemui pimpinan. (Mereka bersalaman) | |
Isi | Wakil Perusahaan | : | Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua karyawan di perusahaan ini melaksanakan demonstrasi. Kalau begini caranya, perusahaan bisa gulung tikar dan karyawan bisa di-PHK. |
Wakil karyawan | : | Tidak ada apa-apa, Pak. Kami hanya ingin memperbaiki nasib dan hidup layak. | |
Wakil Perusahaan | : | Maksudnya? | |
Wakil karyawan | : | Ya, niscaya Bapak tahu. Kami, karyawan, sudah bekerja keras demi perusahaan. Tetapi, kami merasa kurang mendapatkan imbalan yang pantas. Kami tidak sanggup memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan uang Rp2.000.000,00 sebulan. Paling tidak, kami mendapatkan upah sebesar Rp3.000.000,00. | |
Wakil Perusahaan | : | Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban terlalu berat. Listrik naik, materi bakar naik, dan biaya operasional lain juga naik. Kenaikan UMP (upah minimum provinsi) belum bisa naik sekarang. | |
Wakil karyawan | : | Kalau begitu, kami tetap akan melaksanakan agresi mogok kerja hingga tuntutan kami dipenuhi. | |
Wakil Perusahaan | : | Tidak boleh demikian. Kita harus mencari jalan tengah. | |
Wakil karyawan | : | Lalu, bagaimana? | |
Wakil Perusahaan | : | Saya akan mengusulkan kenaikan tersebut kepada direksi. Perusahaan hanya bisa menaikkan UMP hingga Rp2.400.000,00. Tidak lebih dari itu. Anda sendiri tahu bahwa pada situasi global ini perusahaan mana pun mengalami kesulitan. | |
Wakil karyawan | : | Tidak bisa, Pak. Ini kota Jakarta, Pak. Semua harus dibeli dengan uang. Ya, tolong diusahakan bagaimana caranya semoga kami sanggup hidup layak. Paling tidak kami mendapatkan honor sebesar Rp2.800.000,00. | |
Wakil Perusahaan | : | Nanti saya akan mengusulkan ke direksi sebesar Rp2.600.000,00. | |
Wakil karyawan | : | Tapi, usahakan lebih, Pak. Kami akan bekerja lebih keras lagi. | |
Wakil Perusahaan | : | Baiklah, akan saya coba. Tolong kendalikan temanteman karyawan dan sampaikan kepada mereka mulai besok semua karyawan harus masuk kerja kembali. Karyawan yang mogok kerja akan kena sanksi. | |
Penutup | Wakil karyawan | : | Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar? |
Wakil Perusahaan | : | Ya, silakan. | |
Wakil karyawan | : | Ya, terima kasih. Selamat sore. | |
Wakil Perusahaan | : | Selamat sore. (Mereka bersalaman) |
Pada teks perundingan antara karyawan dan pengusaha pembukaan obrolan hanya berisi salam dan perkenalan antara wakil perusahaan dan wakil karyawan. Pada bab epilog berisi ungkapan terima kasih dan salam penutup
Wakil Perusahaan | : | Selamat sore. Mari, silakan duduk. |
Wakil karyawan | : | Ya, terima kasih. |
Terlihat bahwa pada tuturan nomor 2 dan 3, wakil perusahaan menyuruh wakil karyawan untuk duduk. Di situ terdapat pasangan tuturan memerintah-mematuhi perintah. Apabila perintah tidak dipatuhi, pasangan itu menjadi memerintah–menolak perintah. Pasangan tuturan yang lain yang mungkin terdapat dalam perundingan ialah sebagai berikut.
- Mengucapkan salam–membalas salam
- Bertanya–menjawab/tidak menjawab
- Meminta tolong–memenuhi/menolak permintaan
- Meminta–memenuhi/menolak permintaan
- Menawarkan–menerima/menolak tawaran
- Mengusulkan–menerima/menolak usulan, dan sebagainya
Wakil karyawan | : | Selamat sore, Pak. | Mengucapkan salam |
Wakil Perusahaan | : | Selamat sore. Mari, silakan duduk. | Membalas salam/Memerintah |
Wakil karyawan | : | Ya, terima kasih. | Mematuhi perintah. |
Wakil Perusahaan | : | Saya, Hadi Winoto, wakil dari perusahaan. Anda siapa? | Bertanya |
Wakil karyawan | : | Saya Suparmin, yang dipercaya teman-teman untuk menemui pimpinan. (Mereka bersalaman) | Menjawab |
Wakil Perusahaan | : | Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua karyawan di perusahaan ini melaksanakan demonstrasi. Kalau begini caranya, perusahaan bisa gulung tikar dan karyawan bisa di-PHK. | Bertanya |
Wakil karyawan | : | Tidak ada apa-apa, Pak. Kami hanya ingin memperbaiki nasib dan hidup layak. | Menjawab |
Wakil Perusahaan | : | Maksudnya? | Bertanya |
Wakil karyawan | : | Ya, niscaya Bapak tahu. Kami, karyawan, sudah bekerja keras demi perusahaan. Tetapi, kami merasa kurang mendapatkan imbalan yang pantas. Kami tidak sanggup memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan uang Rp2.000.000,00 sebulan. Paling tidak, kami mendapatkan upah sebesar Rp3.000.000,00. | Menjawab/Meminta |
Wakil Perusahaan | : | Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban terlalu berat. Listrik naik, materi bakar naik, dan biaya operasional lain juga naik. Kenaikan UMP (upah minimum provinsi) belum bisa naik sekarang. | Menolak permintaan |
Wakil karyawan | : | Kalau begitu, kami tetap akan melaksanakan agresi mogok kerja hingga tuntutan kami dipenuhi. | Menawarkan |
Wakil Perusahaan | : | Tidak boleh demikian. Kita harus mencari jalan tengah. | Menolak tawaran |
Wakil karyawan | : | Lalu, bagaimana? | Bertanya |
Wakil Perusahaan | : | Saya akan mengusulkan kenaikan tersebut kepada direksi. Perusahaan hanya bisa menaikkan UMP hingga Rp2.400.000,00. Tidak lebih dari itu. Anda sendiri tahu bahwa pada situasi global ini perusahaan mana pun mengalami kesulitan. | Menjawab/menawarkan |
Wakil karyawan | : | Tidak bisa, Pak. Ini kota Jakarta, Pak. Semua harus dibeli dengan uang. Ya, tolong diusahakan bagaimana caranya semoga kami sanggup hidup layak. Paling tidak kami mendapatkan honor sebesar Rp2.800.000,00. | Menolak tawaran |
Wakil Perusahaan | : | Nanti saya akan mengusulkan ke direksi sebesar Rp2.600.000,00. | Menawarkan |
Wakil karyawan | : | Tapi, usahakan lebih, Pak. Kami akan bekerja lebih keras lagi. | Menerima tawaran |
Wakil Perusahaan | : | Baiklah, akan saya coba. Tolong kendalikan teman-teman karyawan dan sampaikan kepada mereka mulai besok semua karyawan harus masuk kerja kembali. Karyawan yang mogok kerja akan kena sanksi. | Meminta tolong |
Wakil karyawan | : | Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar? | Memenuhi permintaan/bertanya |
Wakil Perusahaan | : | Ya, silakan. | Menjawab |
Perhatikan tuturan “Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar?” (tuturan 19). Tuturan itu merupakan seruan izin untuk meninggalkan ruang negosiasi. Hal itu memperlihatkan bahwa perundingan sudah selesai. Negosiasi di atas dilakukan dengan bahasa yang santun. Yaitu perundingan dilakukah dengan perilaku dan perkataan yang menghargai orang lain.
Salah satu bukti yang memperlihatkan bahasa santun pada perundingan itu ialah penggunaan ungkapan silakan duduk. Pilihlah ungkapan lain berikut ini yang memperlihatkan kesantunan itu dengan membubuhkan tanda centang (√).
Related:
Ungkapan | Ya | Tidak | |
(a) | ... apa yang terjadi, semua karyawan di perusahaan ini melaksanakan demonstrasi? | - | √ |
(b) | Ya, tolong diusahakan bagaimana caranya semoga kami sanggup hidup layak. | √ | - |
(c) | Kita harus mencari jalan tengah. | √ | - |
(d) | Tolong kendalikan teman-teman karyawan | √ | - |
(e) | Karyawan yang mogok kerja akan kena sanksi.(mengancam) | - | √ |
Pada obrolan diatas wakil pengusaha mengusulkan impian wakil karyawan kepada direksi perusahaan. Bayangkan kalian bertindak sebagai wakil siswa di sekolah kalian untuk melaksanakan perundingan dengan kepala sekolah. Buatlah kalimat yang berisi usulan wacana impian teman-teman kalian itu!
- Kami mengusulkan, sebaiknya setiap hari jum’at diadakan aktivitas bersih-bersih sehabis sholat Jum’at semoga sekolah kita semakin indah, bersih, dan rapi.
- Berdasarkan usulan teman-teman, sebaiknya untuk siswa kelas 10 jam berguru di sekolah harap dikurangi. Selama ini kami selalu pulang sore, sebagian besar diantara kami pribadi tidur sepulang sekolah. Jadi, itu usulan saya dan teman-teman saya.
- Kami mengusulkan biaya iuran sekolah diringankan untuk siswa yang tidak mampu, bahkan bila bapak sanggup bisa digratiskan. Beberapa diantara sahabat saya keluarganya sedang mengalami kesulitan ekonomi
- Bapak kepala sekolah, mohon segera dibangun gedung koperasi sekolah. Hal itu dikarenakan koperasi merupakan salah satu syarat pemenuhan sekolah.
Pada awal dan tamat perundingan para pelaku bersalaman. Aksi nonverbal bersalaman memperlihatkan adanya komitmen antara kedua belah pihak selain itu bersalaman juga memperlihatkan keduanya saling memafkan. Perbuatan awal dan tamat perundingan para pelaku bersalaman, sanggup dikatakan bahwa jarak antara wakil karyawan dan wakil perusahaan semakin mendekat. Seandainya mereka tidak bersalaman, dapatkah dikatakan bahwa jarak antara wakil karyawan dan wakil perusahaan terasa makin jauh.