Faktor-Faktor Yang Kuat Pada Perkembangan Individu

Perkembangan individu disamping dipengaruhi oleh faktor bawaan, kualitas individu juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, menyerupai faktor lingkungan yang tidak lepas dari efek faktor psikososial. Baik faktor bawaan atau keturunan dan faktor lingkungan antara individu yang satu dengan yang lain menimbulkan perbedaan yang disebut dengan istilah individual differences. Masing-masing individu mempunyai keunikan atau kekhasan sendiri baik dalam ranah perkembangan fisik, intelektual ; kognitif dan bahasa, serta emosi dan sosialnya yang terlihat dalam sikap dan perilakunya sehari-hari. Dalam melihat dan menyikapi perbedaan tersebut, hendaknya pendidik menyadari bahwa masing-masing individu mempunyai kekhasan sendiri, sehingga pendekatan yang sifatnya personal maupun institusional tentu berbeda.

Perkembangan individu merupakan suatu proses perubahan terus menerus sepanjang hidup individu yang bersangkutan. Perkembangan ini merupakan perpaduan faktor dari dalam diri individu itu dan faktor dari luar (lingkungan).  Kedua faktor ini berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain, sehingga menimbulkan perbedaan yang disebut dengan istilah individual differences. Masing-masing individu mempunyai keunikan atau kekhasan sendiri baik dalam setiap tanda-tanda jiwa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang terlihat dalam kemampuan berfikir, mencicipi sesuatu, serta sikap dan perilakunya sehari-hari.

a. Faktor Internal
Faktor internal yaitu segala sesuatu yang ada dalam diri individu yang keberadaannya menghipnotis dinamika perkembangan. Termasuk ke dalam faktor-faktor internal tersebut yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kematangan fisik dan psikis

1. Kondisi Fisik
Faktor fisik merupakan faktor biologis individu yang merujuk pada faktor genetik yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Faktor ini dimulai dari masa pembuahan sel telur oleh sel jantan. Unsur-unsur di dalam struktur genetik inilah yang memprogramkan tumbuhnya sel badan pada manusia. Gen inilah yang memilih warna rambut, kulit, ukuran tubuh, jenis kelamin, kemampuan intelektual, serta emosi (Atkinson, 1991). Potensi genetik inilah yang akan berinteraksi dengan lingkungan sehingga membentuk individu tersebut tumbuh dan berkembang.

Pada masa pembentukan sel-sel tubuh, banyak faktor yang sanggup menghipnotis kondisi janin disamping keunikan yang telah ada pada kedua orangtuanya. Faktor-faktor tersebut antara lain yaitu faktor penyimpangan yaitu dari segi fisik, menyerupai keadaan gizi yang buruk pada ibu hamil, serta zat-zat kimia sanggup merugikan janin. Dari segi psikologis, pembentukan sel-sel badan juga dipengaruhi oleh keadaan psikologis selama kehamilan. Emosi Ibu yang tidak stabil atau stres yang berat sanggup menumbuhkan kelainan pada janin, menyerupai penyakit dan cacat fisik maupun psikologis. Untuk lebih rinci sanggup dicermati klarifikasi berikut ini;

1) Faktor Gizi atau Asupan Makanan
Kesehatan individu sangat tergantung pada pinjaman gizi yang baik dan berimbang. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan otak dan sistem syarafnya yang merupakan kepingan paling penting dalam memilih tumbuh dan kembang individu. Walaupun perkembangan otak tidak sepesat masa bayi, namun otak terus tumbuh pada masa awal individu-individu. Pada usia 3-4 tahun, ukuran otaknya yaitu ¾ dari otak orang dewasa. Pada usia 5 tahun, ukuran otaknya mencapai 9/10 otak orang remaja atau sekitar 90 % berat otak orang dewasa. 

Beberapa pertambahan ukuran otak disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran urat syaraf di tempat otak. Bertambah matangnya otak, dikombinasikan dengan pinjaman kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, akan menyumbang besar bagi perkembangan kognitif individu (Santrock, 1995). Pemberian gizi yang baik tidak hanya ditentukan pada ketika sehabis kelahiran saja, namun semenjak janin tumbuh di dalam kandungan. 

Pascakelahiran dimulai dari pinjaman Air Susu Ibu (ASI) yang sangat baik bagi individu lantaran sesuai dengan keadaan badan bayi pada ketika itu. Adapun kebutuhan gizi yang dibutuhkan yaitu masukan kalori dan protein, ditambah dengan perlunya masukan vitamin, zat besi, yodium dan kalsium. 
  • Kalori didapatkan dari karbohidrat sebagai sumber energi untuk pembakaran sel-sel badan yang menunjang gerakan motorik dan acara berfikir. 
  • Protein dibutuhkan badan untuk pembentukan sel-sel badan serta menggantikan zat-zat badan yang sudah aus dan menciptakan hormon-hormon pertumbuhan. Berbagai macam protein ini haruslah disajikan secara bervariasi pada individu sehingga sanggup saling melengkapi. 
  • Vitamin dan mineral sangat dibutuhkan untuk meningkatkan metabolisme tubuh, yaitu proses perubahan materi masakan menjadi energi, menjaga daya tahan badan dari jerawat dan penyakit. Sumber vitamin dan mineral ini bisa didapat dari banyak sekali macam sayuran dan buah-buahan
  • Zat yang paling berperan pribadi pada daya pikir yaitu zat besi dan yodium. Zat besi banyak terdapat dalam daging berwarna merah, hati dan sayuran berwarna tua.
  • Yodium berfungsi untuk kerja kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon tiroksin yang mengontrol laju metabolisme. Kekurangan yodium ini sanggup menjadikan merosotnya IQ dan keterbelakangan mental. Yodium ini banyak terdapat pada masakan yang berasal dari maritim dan garam. 
  • Kalsium yang dipakai untuk pertumbuhan tulang, gigi, kelancaran impuls syaraf di otak dan kerja jantung. Kalsium ini bisa didapat dari susu, keju, ikan laut, ayam dan brokoli (Boediarti dalam Izzaty, 2004)

2) Cacat dan penyakit
Kondisi individu yang cacat banyak disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
  • Pengaruh genetik lantaran adanya kelainan berupa penyimpangan kromosom. Salah satu penyimpangan kromosom disebut dengan down syndrome. Penyimpangan ini disebabkan adanya kelainan pada kromosom ke-21 berjumlah tiga dari yang seharusnya berjumlah dua. Individu yang menderita down syndrome ini mempunyai lisan muka yang khas, yang biasanya diikuti oleh keterbelakangan dalam perkembangan (Monks, 1998)
  • Ibu yang kurang gizi pada ketika mengandung. Seperti yang diungkapkan oleh Mussen (1994) menyampaikan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan gizi sanggup menimbulkan berat lahir rendah, menderita keganjilan atau keabnormalan pada otak sehingga menjadikan retardasi mental, kurangnya kekebalan badan sehingga cepat terjangkit penyakit radang paru-paru dan bronkitis, serta cacat tubuh.
  • Obat-obatan dan alk*h*l. Kandungan zat kimia pada obat dan alkh*h*l pada orangtua akan menghasilkan sp*rm* dan sel telur yang tidak sehat. Selain itu kelainan jantung, retardasi mental, serta fungsi badan yang tidak optimal sanggup menjadi akhir dari obat dan alk*h*l.
  • Radiasi. Mussen (1994) menyampaikan bahwa sumber potensial keganjilan pada bayi yaitu radiasi sinar X yang dialami ibu selama kehamilan, baik itu untuk pengobatan penyakit ibu menyerupai kanker, tumor, atau diagnosis penyakit lain. Bahaya terbesar dari radiasi sinar X yaitu cacat bentuk badan antara ahad kedua dan keenam sehabis pembuahan.
  • Penyakit yang diderita Ibu selama kehamilan. Beberapa penyakit yang dianggap berbahaya sanggup menghipnotis kondisi janin yaitu penyakit citomegalovirus, rubela (campak jerman), hepatitis, cacar air, sipilis, serta toksoplasma. Beberapa penyakit yang sanggup timbul yaitu cacat tubuh, cacat jantung, ketulian, kebutaan, serta retardasi mental.
  • Keadaan Emosi pada Ibu. Keadaan emosi itu sangat memperngaruhi perkembangan janin. Ketika ibu mencicipi marah, tertekan, takut, dan cemas yang tinggi akan mengaktifkan sistem autonomik ibu yang selanjutnya melepaskan zat kimia menyerupai asetilkolin dan epnefin ke dalam aliran darah. Dengan berubahnya komposisi darah, zat gres diteruskan melewati plasenta, sehingga menghasilkan perubahan dan sistem peredaran janin. Perubahan inilah yang sanggup menganggu janin.
2. Kondisi Psikis
Kondisi fisik dan psikis individu sangat berkaitan. Seperti yang diuraikan sebelumnya, bahwa ranah perkembangan individu menyangkut aspek fisik, intelektual yaitu kognitif dan bahasa, emosi dan sosial moral. Kondisi fisik yang tidak tepat atau cacat juga berkaitan dengan persepsi individu terhadap kemampuan dirinya. Begitupun dengan ketidakmampuan intelektual yang diulas sebelumnya sanggup disebabkan lantaran kerusakan sistem syaraf , kerusakan otak atau mengalami retardasi mental.

b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yaitu segala sesuatu yang berada di luar diri individu yang keberdaannya menghipnotis terhadap dinamika perkembangan. Faktor luar yang menghipnotis perkembangan individu antara lain lingkungan fisik dan lingkungan non fisik.
 Perkembangan individu disamping dipengaruhi oleh faktor bawaan Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Perkembangan Individu
1. Lingkungan Fisik;
Lingkungan ini meliputi kondisi keamanan, cuaca, keadaan geografis, sanitasi atau kebersihan lingkungan, serta keadaan rumah yang meliputi ventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian (Soetjiningsih, 1998). Semua kondisi di atas sangat menghipnotis bagaimana individu sanggup menjalankan proses kehidupannya. Sebagai contoh, kondisi tempat yang tidak kondusif lantaran adanya pertikaian sanggup menimbulkan tekanan tersendiri bagi individu dan proses imitasi atau peniruan sikap kekerasan yang sanggup kuat dalam pola sikap individu. Sementara itu kondisi yang buruk pada faktor cuaca, kurangnya sanitasi atau kebersihan lingkungan, keadaan rumah yang tidak menunjang hidup sehat, serta keadaan geografis yang sulit, contohnya lantaran di tempat terpencil yang jauh dari informasi, sulit dijangkau, serta rawan akan peristiwa alam, selain sanggup menghipnotis tekanan psikis juga menghipnotis faktor kesehatan lantaran pengobatan yang sulit didapatkan.

Menurut teori stres lingkungan (Sarwono, 1992), ada dua elemen dasar yang menimbulkan insan bertingkah laris terhadap lingkungannya. Elemen pertama yaitu stresor dan elemen kedua yaitu stres itu sendiri. Stresor yaitu elemen lingkungan yang merangsang individu menyerupai kebisingan, suhu udara, dan kepadatan, ataupun lingkungan rumah yang tidak sehat. Sementara stres diartikan sebagai ketegangan atau tekanan jiwa yang merupakan akhir dari korelasi antara stresor dengan reaksi yang ditimbulkan dalam diri individu.

2. Lingkungan Non fisik
Faktor Non fisik meliputi banyak sekali macam komponen, yaitu keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Adapun beberapa faktor yang berkenaan dengan faktor non fisik ini yaitu ;

1.) Faktor Psikososial
Ada beberapa hal yang termasuk faktor psikososial yaitu stimulasi, motivasi dalam mempelajari sesuatu, pola asuh, serta kasih sayang dari orang tua:

a) Stimulasi
Individu yang menerima stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat mempelajari sesuatu lantaran lebih cepat berkembang dibandingkan individu yang tidak mendapatkan banyak stimulasi. Individu akan berkembang pola-pola berfikir, mencicipi sesuatu, dan bertingkah laku, bila banyak diberi stimulasi yang berupa dorongan dan kesempatan dari lingkungan disekitarnya. Sebagai contoh, individu yang semenjak dini diajarkan bagaimana memecahkan permasalahannya akan lebih gampang menuntaskan dilema lain lantaran adanya pengalaman belajar.

Related:

    b) Motivasi dalam mempelajari sesuatu
    Motivasi yang ditimbulkan dari semenjak usia awal akan memperlihatkan hasil yang berbeda pada individu dalam menguasai sesuatu. Dorongan yang bersifat membangun daya fikir dan daya cipta individu, akan menciptakan individu termotivasi untuk melaksanakan yang lebih baik lagi. Pemberian kesempatan pada individupun dalam mengeksplorasi sesuatu merupakan salah satu cara dalam memotivasi individu belajar. Individu dimotivasi utnuk menjelajah, meneliti, berkarya atau memegang sesuatu untuk memuaskan rasa ingin tahunya merupakan hal yang dibutuhkan individu.

    c) Pola asuh dan kasih sayang dari orang tua
    Individu sangat memerlukan kasih sayang, perlindungan, rasa aman, sikap dan perlakuan yang adil dari orangtua. Pola asuh orang bau tanah sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi antara individu dan orangtua. Bagaimana individu terbentuk tentunya didapat dari pembiasaan-pembiasaan yang terjadi pada situasi rumah. Hal inilah yang terkadang mendasari individu untuk menyebarkan dirinya. Individu yang menerima gaya pengasuhan diktatorial yang bercirikan semua diatur oleh orangtua individu tersebut akan menjadi individu yang selalu bergantung serta mempunyai daya kreativitas yang rendah lantaran adanya pembatasan-pembatasan dalam berfikir dan berperilaku. Sebaliknya individu yang selalu mendapatkan kebebasan berperilaku semaunya akan menyebarkan sikap dan sikap yang sulit memahami dan mendapatkan keadaan yang berbeda dengan dirinya.

    Perkembangan dan pertumbuhan merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami. Banyak para pendidik dan orang bau tanah yang belum memahami perkembangan-perkembangan individu. Sehingga masih ada pendidik dan orang bau tanah yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan individu. Secara umum perkembangan individu selama masa perkembangannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terangkum dalam dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.

    Referensi :
    1. Elvi Yuliani Rochmah. 2005, Psikologi perkembangan,Yogyakarta: Teras.
    2. Hurlock Elizabeth B. 1980 Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta; Erlangga

    Related Posts

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel